Takut
Seperti lirik lagu 'Takut' karangan Idgitaf, takut tambah dewasa, takut aku kecewa, takut tak seindah yang kukira. Yap, itu yang sedang kurasakan saat ini. Menginjak status sebagai mahasiswa semester akhir, mulai datang rasa takut akan dunia nyata itu. Skripsi yang rasanya begitu susah dan tak kunjung kelar, belum lagi gambaran menyeramkan menjadi pengangguran setelah wisuda, semua itu seperti mimpi buruk yang datang siang dan malam. Mendistraksi otak saat sedang fokus, pun tambah parah saat pikiran sedang melamun.
Ini arahnya kemana? Setelah ini mau jadi apa? Kalau nanti gagal bagaimana?
Seperti ini lah kira-kira kalimat-kalimat yang terus berputar di otakku. 24/7. nonstop.
Aku merasa seperti orang kesetanan, terburu-buru dalam skripsi, mencari magang dan beasiswa kesana-sini, pun mulai menargetkan bidang dan tempat aku ingin bekerja nanti. Mungkin satu sisi hal ini ada baiknya, aku jadi lebih terarah. Tapi di satu sisi, aku lelah. Aku lelah terus berlari. Tak jarang aku bertanya kepada diri sendiri 'Apa yang sebenarnya ku kejar?' Entahlah, semakin ku telusuri, semakin terpampang jalan mendaki tanpa ujung. Mungkin tidak ada artinya?. Tapi yang jelas, yang kutahu, saat aku mulai melambat dan istirahat, jalan itu terasa semakin jauh, dan aku seakan jatuh.
Aku takut gagal. Iya, aku takut gagal. Takut tidak menjadi apa-apa. Takut tidak menjadi siapa-siapa. Takut ditolak, takut menjadi tidak berharga.
Komentar
Posting Komentar