Postingan

Apa Susahnya Menjadi Wanita?

Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu berdamai dengan darah yang datang setiap bulan lalu diminta tetap stabil tetap manis tetap waras Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu belajar mengecilkan suara agar disebut pasangan yang baik Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu mengurus rumah seolah mimpimu bisa dilipat dan disimpan di laci dapur Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu bekerja dengan tenaga penuh untuk upah yang dipotong diam-diam Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu berjalan tanpa saksi dan tubuhmu tiba-tiba menjadi milik umum Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu disalahkan oleh kain yang kamu pakai atas luka yang tidak kamu minta Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu menahan tatapan yang meremehkan saat mimpimu berdiri terlalu tinggi Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu tidak dianggap meski hasil kerjamu nyata Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu dicekam setiap kali mencoba bicara seolah hak adalah sesua...

Takut

 Seperti lirik lagu 'Takut' karangan Idgitaf, takut tambah dewasa, takut aku kecewa, takut tak seindah yang kukira. Yap, itu yang sedang kurasakan saat ini. Menginjak status sebagai mahasiswa semester akhir, mulai datang rasa takut akan dunia nyata itu. Skripsi yang rasanya begitu susah dan tak kunjung kelar, belum lagi gambaran menyeramkan menjadi pengangguran setelah wisuda, semua itu seperti mimpi buruk yang datang siang dan malam. Mendistraksi otak saat sedang fokus, pun tambah parah saat pikiran sedang melamun. Ini arahnya kemana? Setelah ini mau jadi apa? Kalau nanti gagal bagaimana? Seperti ini lah kira-kira kalimat-kalimat yang terus berputar di otakku. 24/7. nonstop.  Aku merasa seperti orang kesetanan, terburu-buru dalam skripsi, mencari magang dan beasiswa kesana-sini, pun mulai menargetkan bidang dan tempat aku ingin bekerja nanti. Mungkin satu sisi hal ini ada baiknya, aku jadi lebih terarah. Tapi di satu sisi, aku lelah. Aku lelah terus berlari. Tak jarang aku be...

Luka lama tentang ayah

Membicarakan perkara perasaan keluarga memang tidak pernah menjadi urusan mudah. Pukul 6 malam tadi, aku membantu ibu memasak makan malam. Seperti biasa, waktu memasak selalu kami isi dengan obrolan, ringan maupun berat. Obrolan kami ringan saja mulanya, tapi, makin lama, tiba-tiba muncul obrolan tentang ayah. Aku mulai meneguk ludah, waduh, sudah mulai offside. Selama ini, aku tidak pernah terbuka tentang perasaan pada keluargaku. Lebih mudah disimpan sendiri menurutku. Toh aku sudah menginjak kepala dua juga, sudah bisa mengurus diriku sendiri. Tapi aku masih memiliki adik perempuan, umurnya 12 tahun. Aku tidak mau dia merasakan luka yang sama sepertiku. Yasudah lah, tak apa diobrolkan. Awalnya, aku sedikit terbata-bata. Takut. Takut tiba-tiba ibu marah. Takut tiba-tiba ayah datang. Takut tiba-tiba air mataku jatuh. Akhirnya aku mulai bercerita tentang perasaanku. Tentang sebagian luka yang selama ini dipendam. Tentang bagaimana menurutku ayah tidak pernah menunjukkan cintanya. Tenta...

College Life is sucks

Entah kenapa, semester 2 di perkuliahan ini terasa sangat berbeda. Dulu, saat semester 1, semua terasa begitu menyenangkan dan aku pun sangat idealis. Aku melakukan apa-apa yang harus kulakukan, sesuai dengan semua yang telah yang kurencanakan, dan semua kujalani dengan santai. Akademikku bagus, aku pun aktif dalam berorganisasi, dan pergaulanku masih erat bahkan tak jarang pergi hang-out bersama teman-teman. Semester 2 semua hal mulai terasa lebih buruk. Pelajaran jadi lebih susah, aku pun jadi sulit fokus saat belajar. Organisasi mulai terasa begitu memberatkan, mulai bertemu dengan orang-orang yang tak sejalan, program kerja terasa begitu berat dan ga guna. Dalam pergaulan pun begitu. Aku mulai melihat sisi buruk dari tiap orang, pelan-pelan mulai menjauh dari lingkaran pertemanan. Hang-out  tidak terdengar semenarik dulu dan berkumpul bersama mulai terasa memuakkan. Tiap saat terasa begitu berat, ingin cepat selesai dan pulang ke rumah saja rasanya. Mulai mempertanyakan kembali...