Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2025

Apa Susahnya Menjadi Wanita?

Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu berdamai dengan darah yang datang setiap bulan lalu diminta tetap stabil tetap manis tetap waras Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu belajar mengecilkan suara agar disebut pasangan yang baik Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu mengurus rumah seolah mimpimu bisa dilipat dan disimpan di laci dapur Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu bekerja dengan tenaga penuh untuk upah yang dipotong diam-diam Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu berjalan tanpa saksi dan tubuhmu tiba-tiba menjadi milik umum Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu disalahkan oleh kain yang kamu pakai atas luka yang tidak kamu minta Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu menahan tatapan yang meremehkan saat mimpimu berdiri terlalu tinggi Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu tidak dianggap meski hasil kerjamu nyata Apa susahnya menjadi wanita? kamu hanya perlu dicekam setiap kali mencoba bicara seolah hak adalah sesua...

Takut

 Seperti lirik lagu 'Takut' karangan Idgitaf, takut tambah dewasa, takut aku kecewa, takut tak seindah yang kukira. Yap, itu yang sedang kurasakan saat ini. Menginjak status sebagai mahasiswa semester akhir, mulai datang rasa takut akan dunia nyata itu. Skripsi yang rasanya begitu susah dan tak kunjung kelar, belum lagi gambaran menyeramkan menjadi pengangguran setelah wisuda, semua itu seperti mimpi buruk yang datang siang dan malam. Mendistraksi otak saat sedang fokus, pun tambah parah saat pikiran sedang melamun. Ini arahnya kemana? Setelah ini mau jadi apa? Kalau nanti gagal bagaimana? Seperti ini lah kira-kira kalimat-kalimat yang terus berputar di otakku. 24/7. nonstop.  Aku merasa seperti orang kesetanan, terburu-buru dalam skripsi, mencari magang dan beasiswa kesana-sini, pun mulai menargetkan bidang dan tempat aku ingin bekerja nanti. Mungkin satu sisi hal ini ada baiknya, aku jadi lebih terarah. Tapi di satu sisi, aku lelah. Aku lelah terus berlari. Tak jarang aku be...